kini adalah waktuku diam, meresapi apa yang telah banyak kukatakan
kini adalah waktuku diam,menelan kembali apa yang telah keluar dari mulutku
pita suaraku remuk karena tangis
tenggorokanku lebam karena terhantam
aku diam bukan karena mati
aku diam bukan kerena kalah
aku diam bukan untuk mengalah
aku diam hanya karena aku butuh diam
tunggu aku sepuluh menit lagi, karena ku harus berdiam
lalu aku kembali bercampur aneka warna kalian
aku tak pernah bisa melebur karena aku berbeda
diamku adalah sakitmu
diamku adalah kesedihan kalian,
dan tertawaku adalah kesenangan kalian