aku ingin bercerita tentang seseorang,mungkin mengkritik, mungkin menyindir, mungkin menghujat, atau mungkin memuji
seseorang yang tidak kukenal jelas, dan aku mengambil resiko untuk berbicara, sejauh aku mengenalnya
kadang kadang idealisme memang tepat pada satu posisi, entah itu keadaannya benar atau salah, ya memang idealisme adalah pegangan yang kuat, tapi apa jadinya kalu idealisme itu yang perlahan lahan membuatmu terbunuh dan jauh dari kerumunan pemujimu?
dulu dia dalam posisi normal, artinya tak punya jabatan dan wewenang tinggi , tinggi sebatas apa? ya tinggi sebatas usia kami, aku akui dia berbakat,untuk beberapa hal dia berbakat, tapi bakatnya itu diikuti dengan idealisme yang kupikir berbau busuk, rasa ingin diakui yang terlalu besar, rasa ingin di puji yang terlalu besar, rasa ingin di percaya yang terlalu besar, tanpa dia sadari yg “terlalu” itu tidak pernah baik.
kadang kadang rasa percaya dirinya pada idelisme yang berlebihan itu tak di barengi dengan kewajibannya akan sesuatu yang lebih konkrit terhadap institusi, lembaga, bahkan pada dirinya sendiri, sering lalai pada tanggung jawab pastinya, aku tak membohongi diri sendiri, kalo aku juga mungkin lebih banyak lalai dari tanggung jawab,namun aku mempertanggung jawabkan apa yang kulakukan, terutama pada institusiku. hei individu, jangan pongah , kadang kau tak menerima kritik, tak menerima saran, tak menerima pendapat, bagaimana bisa kau ubah kehidupan sebaik baik sastramu yang mendayu2 kau paksa berirama itu ,kalo mendengarkan saja susah???
lihat lah karya karyamu, tak mengganggap orang lain berikut serta, menganggap setiap orang harus mengikuti idelaisme mu, kau paksakan orang menerima, atau setidaknya memaklumi, aku memaklumi, sejauh aku tidak ada urusan denganmu
silahkan kau balas dengan kata kata yang lebih pedas, lebih menusuk mata, lebih pahit dari empedu, karena ku jengah, melihat yang kau perbuat tak hanya memamerkan dan menganggap dirimu sperti sastrawan “karya” wan BESAR
silahkan kau bilang aku iri, silahkan kau bilang aku dengki atau tidak terima atas penghargaan orang atasmu, ada beberapa kata yang memang harus kau dengar, tak kuingin ku mengubah idealismemu atau kau mengubah hidupku, setelah aku memaklumi, ada saatnya kau memaklumi