
ini adalah gejolak hati, begitu besar ketidakberdayaan, ketidak tahuan tentang hidup, lalu satu persatu membuyar, aku seorang penderita kebatinan yang menggerus miris,seperti itulah jiwa yang tipis, hanya menembus angin bukan baja,sekali ketidak berdayaan yang hampa, menjatuhkanku berkali kali.
kenapa cinta yang menjadi pemicu?
kenapa cinta yang tak pernah salah kini disalahkan? mungkinkah memang cinta itu ada hanya berkamuflase? ketika seseorang datang padaku, meminta sedikit perhatian dan kuberikan ampir sepenuhnya, kuberikan melebihi apa yang kupunya dan mampu kuberikan, saat itulah cinta benar2 memindahku kedalam ruang penuh suka cita, sampai kulupa sukacitaMu, karena begitu indahnya kulupakan, saat itu kupanggil dia “rempah” karena memang begitu harum dan berharganya ia, memberikan kepenuhan rasa setiap yang dia lewati, mungkinkah itu manis, pedas, pahit , wangi dan berapapun kusebutkan dia memang meberikan kebahagiaan, ada masa aku menyiapkan hati untuk mencintaimu sepenuh hati tanpa lapaskan dirimu untuk orang atau untuk apapun, karena begitu dalam kamu mengganjalakn hatiku agar setingkat lebih tinggi melihtamu, dan tiada pernah tertinggalkan apapun untuk selain dirimu.
lalu ada ketika dia, memutuskan untuk jauhm dan tidak kembali, memerahkan langit, meretakkan jalanan yang kulewati, tak bisa ku kembali kebelakang, bahkan depanku terlihat buram,tertinggal sendirian adalah kepediha yang teramat sangat, hampir ku terjatuh sangat keras andai tiada diriMu,airmataku mengkristal , darahku meresap disetiap luka, aku sendirian dan kedingina, berhenti tangisku namun tak berhenti darahku mengalir, tertutup lukaku namun tak terhilangkan sakitnya.Andai dia mengerti duh cinta, aku begitu ingin dia pulang dan memelukku lagi saat aku bangun di pagi hari, menghangatkan kopi yang dulu pernah kubuang dan ku bohongi, aku ingin dia memberi wangi rempahnya lagi, membicarakan politik di layar yang penuh kebisuan, membicarakan setiap yang kami lihat di perlintasan kepala kami, sungguh aku mengingatkanya sebagai sukacita,karena itu ada daya diatas segalanya yang lebih kekal, kini aku mengzinkannya pergi, namun seandainya dia ada, aku ingin memeluknya sekali lagi
olah karena sakit cinta disalahkan, inikah kembali kutanyakan cinta tak pernah salah? kutanyakapn pada yang berkuasa atas hati, Dia pandai mengubah apapun menjadi apapun,di yang selalu mahluk manapun puja sampai kapanpun, Dia yang selalu mendengrakan kami meskipun hanya merintih, aku bertanya dengan kegundahan yang tiada bertepis, kemarahan dan amarah, berbagai makian dan nestapa dengan bahasa terindah dan ter serakahpun kupakai, kenapa dihilangkan yang begitu berharga, begitu memelihara hati ini dengan sangat indah, tumpah sudah air mata lagi untu berapa kalinya…..
hanya Kau yang bisa menjawab, akan Kau perlihatkan namun ku terlalalu tak sabar hingga waktuMu yang Kau janjikan, kemanusiaanku sungguh tergerus nestapa, marahlah segala kepala dengan penuh kata, Tuhan kau berikan Kau ambil Kau hilangkan, bagai kami ini terlalu mudah menerima yang Kau tetapkan, sungguh tak pantas ku berdebat dengan Mu, Maha segala Maha, namun kekecewaan ini begitu sempurna, suara suara penghasut dendam itu terlalu dalam, sampai ke ulu hati yang tiada mudah lagi keluar, begitu dalam kekecewaan ini ya Tuhan, kenapa melalui cinta? kenapa melalui yang setiap orang bahagia karenannya? knp harus dengan kata kata yang mudah sekali teringatnya? Tuhan, tak perlukah kutanyakan , karena Kau Rajaku dan aku adlah hambaMu yang bodoh, berikanlah yang terbaik, mengertilah kami memaki, mengertilah akmi memarahi keadaan, karena Kau adalh sebijaknya apapun di semesta raya,,,
izinkanlah menangis, izinkanlah kami berdoa lagi padaMu di tempat yang tertinggi, maka kami akan bersujud dihadapanMu, meski jarak kami beribu langkah jinjit dariMU, sebab hanya Kau yang akan selalu menemani di setiap jinjitan diatas duri, agar kami lupa dan tetap tersenyum, tanganMu akan slalu mengelilingi dada kami, merangkul dan merebahkan pundak kala tangis ingin kami tutupi,maafkan kami ya Tuhan, kami melalaikan kebenran dari Mu dan memilih yang salah, memilih yang tak kau bolehkan, maka kami terdiam saat ini, dan segera bangun dari tidur yang hanya bisu, karen sekali kesendiriaanku adalah ketidakmampuan, tidak akan tersentuh kelembutanMu, sungguh kami bersalah dan salalu maaf dalam helaan nafas ini,Tuhanku yang kusayangi, buatlah cinta adalah anugerahMu yang benar benar nyata dan pantas kami syukuri dengan sukacita, buatlah cinta adalah belaian kasih sayangMu yang pantas kami ajarkan sebagai kebenaran, karena perdebatanku dengaMu adalah salah, Kau selalu benar dengan kasih sayangMu, dan tiadada 2 selain Kau
ketika ku hadapi kehidupan ini
jalan mana yg harus kupilih
ku tahu ku tak mampu
ku tahu ku tak sanggup
hanya kau Tuhan tempat jawabanku
ku pun tahu ku tak pernah sendiri
selama engkau Allah yg menggendongku
tanganmu membelaiku
cintamu memuaskanku
kau mengangkatku ke tempat yg tinggi
janjimu seperti fajar pagi hari
dan tiada pernah terlambat bersinar
cintamu seperti sungai yg mengalir
dan ku tahu betapa dalam kasihmu
-janjimu seperti fajar-
-7.783717
110.429890