ngopi ngopi sekali :)

beberapa minggu terakhir ini (atau bahkan bulan) aku sama pipit mungkinkeluyuran tiap malam, eitss tapi gak yang ke club, dugem , gitu gitu udah gak jaman kami, hanya hampir tiap malam ngopi, ngomongin orang, ngobrolin buku apa, samape hal setan setan pun diomongin, apalagi kalo aku bawa kartu tarot, udahalah malam itu jadi bahan pembiacaraan pacar, bakal ga lepas lepas dan jauh jauh dari situ,

beberapa hari kemarin aku dan pipit juga ngopi  disebuah kafe, setelah janjian, ngopi, obrolan ngalor ngidul, pulangnya, aku gak bisa tidur, aku sms si pipit, e lhah dia insom juga, katanya gara2 kopi, padahal cuma pesen moccacino coba? hahaha sungguh kopi ajaib, lebih gila lagi, aku yang tanpa sadar badannya panas, gelisah, was was gitu, ,tak pikir bakal mati apa gimana gitu, ternyata 2 orang ini mabok kopi wkwkwkwkwk ga bakal ke kafe sana lagi whahahahaha

kadang kadang ngopi emmenag bisa bikin jadi momen yang tepat buat ngobrol, sehabis kerja, penat, habis kuliah (padahal bolos terus), mungkin bisa jadi pilihan buat melepas masalh sedikiiiiiii saja hehehehhe

dan yang pasti, ajakalah memang yang tepat buat berbicara ,*kalo meu curhat membabi buta gitu

kalo gue mah sama pipit ngopinya, ya krena tinggal di temenku wkwkwkwkwkwk (ga ding, tar didamprat pula), gak seh..cuman mereka punya pacar masing masing sekarang huhuhu :’(  :) )

okelah, let me go, after this come with me get some coffe @ cafe, come on ! :D

wery
ngopi sampai mati whahahahhaha

kidung lingsir wengi di pengungsian

aku pernah nulis soal lagu ini di blogku yang lain, namun saat ini beda situasi

sekarang situasinya lagi dipengungsian neh, setelah selesai bagi seragam sd jam 10 an, baru deh lampu audit di matiin, biar pada tidur, anak2 lagi pada ngumpul di logistik pakaian gitu, pada tidurn eh ada yang iseng naruh karung yang dibentuk pocong pocong an di di kursi , pada kejet kejet aja tuh yg liat..

sempet2nya si osha sama harits bikin pocong2an dari karung , mana sempet dikasih kain warna merah di mukanya biar keliatan gemuk” dan” horor” wkwkwkwkwkk

dah pada geber geber kan mulutnya ganggu pengungsi yang pada tidur,, sekalian aja biar gak nanggung aku tawarin dengerin lagu “keren” ke mereka,, heheheh *ketawa busuk

pada penasaran tuh , lagu apa seh lagu apa?? nah kebetulan di logistik kan ada kompi kerja, buakain aja fbku, masuk ke video, langsung diputer deh lagunya.. tambah pada kelonjotan mreka.. lagu yang gue puter tuh ini

judulnya kidung lingsir wengi, kata orang seh dibilang lagu pemanggil kuntilanak gitu whahahahahah pada kabur semua dari logistik pakaian..kabur ke burjo wkwkkwkwk padahal sebelumnya yang make kompi gak mau gantian minjemin kompinya buat ol, watatatatatatat

sebenrnya aku juga arda gak yakin kalo itu lagu pemanggil kuntilanak, soalnya ada yang bilang ini lagu juga buat tolak bala, dan menurut blog yang aku baca ini tembang diciptain sunan kalijogo buat “unen” apa deh maksutenya itu , lagu kali ya??

dan liriknya adalah sebagi berikut

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…
Ojo tangi nggonmu guling…
Awas jo ngetoro…
Aku lagi bang wingo wingo…
Jin setan kang tak utusi…
Dadyo sebarang…

Wojo lelayu sebet…

 

atau

Menjelang malam, dirimu akan lenyap…
Jangan bangun dari tempat tidurmu…
Awas jangan menampakkan diri…
Aku sedang dalam kemarahan besar…
Jin dan setan yang kuperintah…
Menjadi perantara…
Untuk mencabut nyawamu…

who knows the truth?kalo gue seh dengerin ini lagu kapan aja blom pernah didatengin hehehehehheheh *tapi gak mau didatengin lohhh, sampe sampe mau posting ini malam2 aja gak jadi, saking takutnya, bokerpun jadi takut hahahah senjata makan tuan

perdebatan dengan Tuhan

ini adalah gejolak hati, begitu besar ketidakberdayaan, ketidak tahuan tentang hidup, lalu satu persatu membuyar, aku seorang penderita kebatinan yang menggerus miris,seperti itulah jiwa yang tipis, hanya menembus angin bukan baja,sekali ketidak berdayaan yang hampa, menjatuhkanku berkali kali.

 

kenapa cinta yang menjadi pemicu?

kenapa cinta yang tak pernah salah kini disalahkan? mungkinkah memang cinta itu ada hanya berkamuflase? ketika seseorang datang padaku, meminta sedikit perhatian dan kuberikan ampir sepenuhnya, kuberikan melebihi apa yang kupunya dan mampu kuberikan, saat itulah cinta benar2 memindahku kedalam ruang penuh suka cita, sampai kulupa sukacitaMu, karena begitu indahnya kulupakan, saat itu kupanggil dia “rempah” karena memang begitu harum dan berharganya ia, memberikan kepenuhan rasa setiap yang dia lewati, mungkinkah itu manis, pedas, pahit , wangi dan berapapun kusebutkan dia memang meberikan kebahagiaan, ada masa aku menyiapkan hati untuk mencintaimu sepenuh hati tanpa lapaskan dirimu untuk orang atau untuk apapun, karena begitu dalam kamu mengganjalakn hatiku agar setingkat lebih tinggi melihtamu, dan tiada pernah tertinggalkan apapun untuk selain dirimu.

 

lalu ada ketika dia, memutuskan untuk jauhm dan tidak kembali, memerahkan langit, meretakkan jalanan yang kulewati, tak bisa ku kembali kebelakang, bahkan depanku terlihat buram,tertinggal sendirian adalah kepediha yang teramat sangat, hampir ku terjatuh sangat keras andai tiada diriMu,airmataku mengkristal , darahku meresap disetiap luka, aku sendirian dan kedingina, berhenti tangisku namun tak berhenti darahku mengalir, tertutup lukaku namun tak terhilangkan sakitnya.Andai dia mengerti duh cinta, aku begitu ingin dia pulang dan memelukku lagi saat aku bangun di pagi hari, menghangatkan kopi yang dulu pernah kubuang dan ku bohongi, aku ingin dia memberi wangi rempahnya lagi, membicarakan politik di layar yang penuh kebisuan, membicarakan setiap yang kami lihat di perlintasan kepala kami, sungguh aku mengingatkanya sebagai sukacita,karena itu ada daya diatas segalanya yang lebih kekal, kini aku mengzinkannya pergi, namun seandainya dia ada, aku ingin memeluknya sekali lagi

 

olah karena sakit cinta disalahkan, inikah kembali kutanyakan cinta tak pernah salah? kutanyakapn pada yang berkuasa atas hati, Dia pandai mengubah apapun menjadi apapun,di yang selalu mahluk manapun puja sampai kapanpun, Dia yang selalu mendengrakan kami meskipun hanya merintih, aku bertanya dengan kegundahan yang tiada bertepis, kemarahan dan amarah, berbagai makian dan nestapa dengan bahasa terindah dan ter serakahpun kupakai, kenapa dihilangkan yang begitu berharga, begitu memelihara hati ini dengan sangat indah, tumpah sudah air mata lagi untu berapa kalinya…..

hanya Kau yang bisa menjawab, akan Kau perlihatkan namun ku terlalalu tak sabar hingga waktuMu yang Kau janjikan, kemanusiaanku sungguh tergerus nestapa, marahlah segala kepala dengan penuh kata, Tuhan kau berikan Kau ambil Kau hilangkan, bagai kami ini terlalu mudah menerima yang Kau tetapkan, sungguh tak pantas ku berdebat dengan Mu, Maha segala Maha, namun kekecewaan ini begitu sempurna, suara suara penghasut dendam itu terlalu dalam, sampai ke ulu hati yang tiada mudah lagi keluar, begitu dalam kekecewaan ini ya Tuhan, kenapa melalui cinta? kenapa melalui yang setiap orang bahagia karenannya? knp harus dengan kata kata yang mudah sekali teringatnya? Tuhan, tak perlukah kutanyakan , karena Kau Rajaku dan aku adlah hambaMu yang bodoh, berikanlah yang terbaik, mengertilah kami memaki, mengertilah akmi memarahi keadaan, karena Kau adalh sebijaknya apapun di semesta raya,,,

 

 

izinkanlah menangis, izinkanlah kami berdoa lagi padaMu di tempat yang tertinggi, maka kami akan bersujud dihadapanMu, meski jarak kami beribu langkah jinjit  dariMU, sebab hanya Kau yang akan selalu menemani di setiap jinjitan diatas duri, agar kami lupa dan tetap tersenyum, tanganMu akan slalu mengelilingi dada kami, merangkul dan merebahkan pundak kala tangis ingin kami tutupi,maafkan kami ya Tuhan, kami melalaikan kebenran dari Mu dan memilih yang salah, memilih yang tak kau bolehkan, maka kami terdiam saat ini, dan segera bangun dari tidur yang hanya bisu, karen sekali kesendiriaanku adalah ketidakmampuan, tidak akan tersentuh kelembutanMu, sungguh kami bersalah dan salalu maaf dalam helaan nafas ini,Tuhanku yang kusayangi, buatlah cinta adalah anugerahMu yang benar benar nyata dan pantas kami syukuri dengan sukacita, buatlah cinta adalah belaian kasih sayangMu  yang pantas kami ajarkan sebagai kebenaran, karena perdebatanku dengaMu adalah salah, Kau selalu benar dengan kasih sayangMu, dan tiadada 2 selain Kau

 

 

 

 

ketika ku hadapi kehidupan ini
jalan mana yg harus kupilih
ku tahu ku tak mampu
ku tahu ku tak sanggup
hanya kau Tuhan tempat jawabanku

ku pun tahu ku tak pernah sendiri
selama engkau Allah yg menggendongku
tanganmu membelaiku
cintamu memuaskanku
kau mengangkatku ke tempat yg tinggi

janjimu seperti fajar pagi hari
dan tiada pernah terlambat bersinar
cintamu seperti sungai yg mengalir
dan ku tahu betapa dalam kasihmu

 

 

-janjimu seperti fajar-